Home / Kesaksian / KKR 8 Juni 2015 di Apita Hotel Cirebon Berjalan dengan Baik


KKR 8 Juni 2015 di Apita Hotel Cirebon Berjalan dengan Baik


Saya mengucapkan syukur kepada Tuhan yang atas kasih karunia-Nya, KKR Kesembuhan (Healing Movement) oleh Pdt. Dr. Ir. Niko Njotorahardjo, Senin, 8 Juni 2015 dapat berlangsung secara baik dan lancar walaupun ada beberapa kendala.



Saya selaku ketua panitia pelaksana pada acara tersebut, acara di mulai pada Senin, 8 Juni 2015 Pkl. 16:30 WIB, namun sampai hari minggu siang kami belum mendapatkan tempat yang pasti untuk diadakannya acara KKR tersebut, karena sebelumnya kami telah sepakat bahwa acara KKR ini akan diadakan di Lapangan Arhanud Cirebon, komandan Arhanud pun menyetujuinya, namun entah mengapa tiba-tiba, hari Sabtu, 6 Juni 2015 (- H2), komandan Arhanud tersebut memutuskan  secara sepihak, ia beralasan bahwa Senin, 8 Juni 2015 akan ada rombongan Wakil Presiden (Jusuf Kalla) akan berkunjung (walaupun sebenarnya tidak ada kunjungan Bpk Jusuf Kalla hari senin itu). Kami bingung bukan main, karena mengingat acara akan dilaksanakan lusa dan kami diputuskan secara sepihak.



Lalu kami mencoba memindahkan tempat ke Ballroom Aston Hotel Cirebon yang bisa menampung sekitar 3.000 pengunjung, pihak hotel menyanggupi.. Namun lagi-lagi tiba-tiba pihak hotel Aston membatalkan secara sepihak karena alasan lain (penolakan dari oknum kaum Muslim).



Sampai minggu siang, kami belum mendapatkan tempat untuk acara KKR, dan acara terancam batal.. Akhirnya Minggu (- 1H), pkl. 13:30 WIB saya mendapatkan telepon yang mengatakan bahwa tempat sudah deal (sudah dapat tempat), yaitu di Grand Ballroom Apita Hotel Cirebon dengan kapasitas 3.000 s/d 4.000 orang, hal itu merupakan hasil diskusi tim panitia dan KKR dengan ketua FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) Cirebon, Ketua GAPAS (Gerakan Anti Permutadan) Cirebon, dan pihak-pihak lain yang berkepentingan. Mereka sepakat mengijinkan acara KKR tersebut diadakan, Namun dengan satu syarat dari mereka, kami harus menuliskan spanduk KKR tersebut menjadi "DOA BERSAMA BAGI JAWA BARAT UNTUK KALANGAN NASRANI" dan diletakkan diluar dan didalam ruangan, serta melarang/tidak mengijinkan setiap muslim untuk masuk ke acara tersebut. Kami menuruti dan menyanggupi syarat tersebut. Acara pun digelar sesuai dengan jadwal, yaitu pada hari Senin, Pkl. 16:30 WIB. Saya membroad-cast (BBM) atau menghubungi seluruh gereja di wilayah 3 Cirebon, bahwa acara diadakan di Grand Ballroom Apita Hotel Cirebon.



Namun pada kenyataannya, hari senin, jam 17:00, datang sekelompok oknum muslim yang kurang puas atas keputusan/kesepakatan tersebut dan melakukan demo didepan ballroom hotel dan meminta agar acara dibubarkan.. Saya takut hal seperti ini akan terulang, karena sudah beberapa kali, mereka pernah menyerang acara dan membubarkan paksa, seperti pada kasus pelayanan seorang Hamba Tuhan dari Semarang, Perkumpulan kebangunan rohani pemuda remaja, yang sama bertempat di Apita Hotel, berhasil diserang dan dibubarkan paksa, kami khawatir hal ini akan terulang kembali di acara KKR ini, beberapa jemaat pun yang datang dari luar kota pun ada yang kembali lagi (tidak mengikuti acara KKR), karena banyaknya demo yang menghadang jalan di depan ballroom, sehingga mereka ketakutan, tapi kami tetap berdoa kepada Yesus.



Jam 17:30 WIB mereka (pendemo) membubarkan diri, saya kira demo selesai, namun tidak, pada pukul 18:30 WIB mereka datang kembali dengan jumlah massa yang lebih banyak, berusaha untuk membubarkan acara, kami berusaha melakukan komunikasi kembali dengan para ketua FKUB, Gapas, dll.. Bukankah kemarin kita sudah sepakat, namun mengapa ada hal seperti ini?..



Dalam demo yang disampaikan mereka menyampaikan, oknum demo tersebut mengatakan bahwa ada beberapa panitia acara (KKR) menyuap para muslimin dengan uang Rp.100.000/orang agar berbondong-bondong datang ke Acara KKR tersebut, kami berkata, siapa orang (panitia) yang menyuap uang tersebut, mereka tidak bisa menjawab.. Selidik punya selidik, oleh para aparat terbuka bahwa ternyata orang yang mengaku disuap adalah anggota mereka (oknum pendemo) sendiri.. Mereka datang menggunakan angkutan umum, dan berhenti sebelum pintu masuk acara dan menebarkan fitnah bahwa mereka disuap Rp. 100.000 / orang agar hal itu dapat dijadikan alasan agar acara KKR tersebut dapat dibubarkan.



Pendemo meminta agar ketua panitia (saya) keluar untuk menghadapi para pendemo yang ingin membubarkan acara, namun dicegat oleh aparat yang berjaga, semakin malam mereka semakin anarkis akhirnya beberapa rangkaian acara KKR dipercepat, akhirnya dari diskusi ulang yang dilakukan oleh panitia dan ketua dari FKUB, Gapas, dll.. akhirnya masalah pun dapat diselesaikan, dan mereka bersedia memberikan sambutan didalam ruangan, walaupun hanya memberikan masukan dan saran kepada kaum muslim yang berada dalam ruangan agar segera meninggalkan ruangan, karena ini acara Nasrani dan haram bagi muslimin untuk mengikuti acara, ketua FKUB dan lainnya berbicara santun saat itu, namun tidak ada 1 pun orang yang merasa dirinya muslim untuk keluar ruangan ..



Hingga acara selesai, semua aman terkendali (walaupun terjadi pemotongan/acara dipercepat), banyak mujizat dinyatakan dalam acara KKR ini, ada orang tuli, bisa mendengar, dan lumpuh dapat berjalan kembali.



Ini merupakan sebuah anugrah yang luar biasa dari Allah Bapa kita dalam Yesus Kristus. Amin.





Renungan Terbaruview all

BERTAHAN DALAM KESESAKAN

access_time20 November 2019 08:05:04

MELEJIT SAAT TERJEPIT

access_time13 November 2019 07:56:42

MEMBANGUN PERSATUAN

access_time06 November 2019 08:13:49

Recharge Your Soul Terbaruview all

SI BUTA YANG JADI PENGUSAHA

access_time 20 November 2019 08:05:44 folder_open 10

PEJUANG TANGGUH

access_time 13 November 2019 07:59:04 folder_open 34

JATUH TETAPI BANGKIT KEMBALI

access_time 06 November 2019 08:14:49 folder_open 41
menu
menu