Home / Renungan / MENDAPAT KASIH KARUNIA DI MATA TUHAN


MENDAPAT KASIH KARUNIA DI MATA TUHAN


MENDAPAT KASIH KARUNIA DI MATA TUHAN

MENDAPAT KASIH KARUNIA DI MATA TUHAN

“Tetapi Nuh mendapat kasih karunia di mata TUHAN. Inilah riwayat Nuh: Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya; dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah.” Kejadian 6:8-9

Kejatuhan manusia yang dilukiskan dalam kitab Kejadian merupakan latar belakang dari apa yang telah Allah kerjakan untuk manusia yang jatuh. Tujuan utama pencatatan kitab Kejadian bukan untuk memperlihatkan kejatuhan, melainkan untuk menyatakan seberapa besar yang dapat dilakukan Allah di dalam kasih karuniaNya bagi manusia. Mendapatkan kasih karunia di mata Tuhan bukanlah perkara mudah. Perhatikan, Kejadian 6:8 tidak mengatakan, “Allah bersikap murah hati kepada Nuh”, atau “Allah memberi karunia kepada Nuh.” Melainkan, ayat ini mengatakan “Nuh mendapat kasih karunia di mata Tuhan.” Ingat, kitab Kejadian adalah sebuah kitab yang penuh dengan benih-benih rohani. Pada Kejadian 6:8, Alkitab pertama kali menyebut “kasih karunia”. Jadi, Nuh bisa mempunyai keadaan yang demikian itu dikarenakan ia mendapat kasih karunia di mata Tuhan. Sering kali kita tidak sanggup menanggung peristiwa-peristiwa yang menimpa diri kita. Namun ada satu tempat yang disebut takhta kasih karunia (Ibr 4:16), begitu kita dengan penuh keberanian datang pada takhta kasih karunia, kita pasti menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapatkan pertolongan pada waktunya.

Apakah kasih karunia? Kasih karunia bukan sekedar sesuatu pemberian Allah, kasih karunia mempunyai arti yang jauh melebihi itu. Kejadian pasal enam nampak bahwa penyertaan Allah itulah kekuatan dan tenaga Nuh. Di tengah-tengah angkatan yang bengkok, jahat, dan cabul, Nuh mendapatkan kasih karunia di mata TUHAN. Allah datang menguatkan Nuh, berdiri mendampingi Nuh, dan menopang Nuh. Inilah kasih karunia yang Nuh dapatkan, dan inilah kasih karunia yang kita butuhkan hari ini. Jadi kasih karunia bukan hanya suatu yang Allah berikan kepada kita, melainkan Allah sendiri mendatangi kita, bekerja bagi kita bahkan Dia di dalam kita.

Coba lihat keadaan masyarakat hari ini. Banyak dan bermacam-macam godaan yang muncul dewasa ini.  Godaan ada di luar, hawa nafsu ada di dalam. Siapa yang bisa bertahan di zaman semacam ini? Karena itu, Kita perlu kasih karunia untuk seperti Nuh hari ini. Hanya kasih karunia yang bisa membuat kita terus hidup selaras dengan firman Tuhan. Untuk itu kita harus dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia sambil berkata, “Tuhan, aku perlu kasih karunia-Mu, aku perlu Engkau berdiri bersamaku. Datanglah, menjadi kekuatanku seumur hidupku.” Amin




Renungan Terbaruview all

MENGATASI KEPAHITAN HATI

access_time23 November 2021 11:20:27

SEHAT ROHANI

access_time16 November 2021 11:46:26

HIDUP KUDUS DI AKHIR ZAMAN

access_time09 November 2021 11:36:44

Recharge Your Soul Terbaruview all

BEKERJA DENGAN HATI

access_time 18 Maret 2020 09:23:39 folder_open 1.041

TAYLOR MORRIS

access_time 11 Maret 2020 08:16:18 folder_open 4.894

PENGAMPUNAN

access_time 05 Maret 2020 08:28:32 folder_open 867
menu
menu