Home / Renungan / DIA PERGI UNTUK KEMBALI


DIA PERGI UNTUK KEMBALI


DIA PERGI UNTUK KEMBALI

Detik-detik seputar peristiwa kenaikan Tuhan Yesus ke surga tercatat dengan sangat baik di dalam Kitab Suci, terutama di dalam Kisah Para Rasul dan Injil Sinoptik (Matius, Markus, dan Lukas). Peristiwa kenaikan itu rupanya menyisakan kesedihan yang mendalam bagi para murid. Mengapa? Karena mereka mengalami pengalaman langsung hidup bersama dengan Yesus; merasakan senang dan susahnya pergi berkeliling dengan Dia; dan sekarang harus ditinggalkan oleh-Nya. Mereka hanya bisa menatap ke langit; mungkin juga dengan mata berkaca-kaca. Kemudian berdirilah dua orang berpakaian putih (malaikat) dekat mereka, dan berkata kepada mereka: “Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga” (Kis. 1:11). Intinya, kenaikan Yesus ke surga bukanlah sebuah perpisahan dengan kita, sebab Ia pergi untuk kembali. Lagipula, Ia tetap hadir di tengah-tengah kita sampai saat ini dalam cara yang berbeda.

Sekarang tugas kita adalah untuk bersaksi tentang Dia kepada dunia; sebab, Yesus berulang kali mengatakan kepada para murid-Nya: “Kamu akan menjadi saksi-Ku”, “Kamu adalah saksi dari semuanya ini”. Lalu di mana para murid harus bersaksi? Yesus bilang di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi’ (Kis. 1:7-8). Kesaksian itu harus dimulai ‘dari Yerusalem’. Mengapa harus dimulai dari Yerusalem? Karena Yerusalem adalah tempat Yesus memulai karya-Nya; dan di sana pula Ia mengakhiri hidup-Nya di dunia ini. Dalam konteks kita, Yerusalem adalah KELUARGA kita, sebab di sanalah kita lahir, hidup, dan akan mengakhiri hidup kita, di lingkungan yang kecil dan terbatas, yaitu keluarga; setelahnya di lingkungan yang sedikit besar, yaitu masyarakat sekitar; hingga akhirnya sampai ke ujung bumi. Jika semua orang mampu menjaga agar keluarganya rukun, lingkungan tempat tinggalnya rukun, maka seluruh dunia pasti akan rukun. Tunjukkan kepada mereka bahwa kita mempunyai kemampuan untuk membangun rumah tangga yang lebih baik, masyarakat yang lebih baik, dan dunia yang lebih baik; dan katakan kepada mereka bahwa kemampuan itu kita dapatkan dari Tuhan. Amin.




Renungan Terbaruview all

KEHIDUPAN YANG DISEMPURNAKAN

access_time14 September 2021 10:08:45

SIAP BERPERANG

access_time07 September 2021 13:57:11

MERASAKAN KEHADIRAN TUHAN

access_time31 Agustus 2021 11:07:26

Recharge Your Soul Terbaruview all

BEKERJA DENGAN HATI

access_time 18 Maret 2020 09:23:39 folder_open 874

TAYLOR MORRIS

access_time 11 Maret 2020 08:16:18 folder_open 4.150

PENGAMPUNAN

access_time 05 Maret 2020 08:28:32 folder_open 772
menu
menu