Home / Renungan / YESUS TERTIDUR


YESUS TERTIDUR


YESUS TERTIDUR

Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air. Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: "Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?"  Markus 4:37-38

 

Dikisahkan di dalam Markus 4:35-41 bahwa Yesus naik perahu bersama murid-murid-Nya dan di tengah pelayaran mereka topan mengamuk dan hampir menenggelamkan perahu mereka. Namun, Yesus sedang tertidur di sebuah tilam di buritan. Manusia sering kali berharap agar Allah bekerja dan berespons dengan cara manusia. Ketika kita berkomunikasi dengan Allah, kita berharap Allah langsung menjawab kita dengan cara yang kita inginkan, dan tindakan yang bisa kita lihat langsung. Namun, Yesus tertidur di atas perahu yang hampir tenggelam di dalam badai. Para murid kemudian membangunkan Yesus, bertanya-tanya akan kepasifan atau ketidakpedulian-Nya terhadap situasi mereka. Dia bangun, mendiamkan angin dan air, dan murid-murid-Nya takjub karena angin dan danau taat kepada-Nya. Namun, pertanyaan Yesus setelah angin dan air terdiam perlu kita renungkan: “Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?” atau “Di manakah imanmu? Kamu belum percaya juga?” Perkataan Tuhan Yesus menunjukkan bahwa murid-murid-Nya, sama halnya kita semua perlu belajar bagaimana harus tetap percaya dan melihat Tuhan bekerja dalam setiap keadaan yang terjadi.

Sering kali, kita panik terhadap situasi kita karena kita belum percaya penuh bahwa Allah lebih besar daripada semua masalah kita. Kita berharap Dia segera membuktikan diri-Nya justru dikarenakan iman kita yang kurang percaya. Mata telanjang manusia tidak dapat melihat kepribadian dan pekerjaan-Nya yang nyata, kecuali dibantu dengan kacamata iman. Jika pada zaman dulu Yesus bisa tertidur dengan tenang di tengah “badai”, pada masa ini, ketika Dia telah dimuliakan dan bertakhta di sorga, sambil tersenyum Dia juga akan berkata kepada badai di hati kita, “Diamlah, tenanglah.” Amin

 




Renungan Terbaruview all

REJEKI YANG BERLIMPAH

access_time25 November 2020 11:03:29

YESUS TERTIDUR

access_time18 November 2020 13:20:31

PERTOLONGAN TUHAN TIDAK PERNAH TERLAMBAT

access_time10 November 2020 14:16:16

Recharge Your Soul Terbaruview all

BEKERJA DENGAN HATI

access_time 18 Maret 2020 09:23:39 folder_open 354

TAYLOR MORRIS

access_time 11 Maret 2020 08:16:18 folder_open 1.699

PENGAMPUNAN

access_time 05 Maret 2020 08:28:32 folder_open 387
menu
menu