Home / Recharge Your Soul / SUSU TERAKHIR


SUSU TERAKHIR


SUSU TERAKHIR

Saat gempa Nepal tahun lalu, seorang ibu dengan anaknya yang masih menyusu, sangat merasakan ketidak berdayaannya dan putus asa. Ketika dia dan anaknya berada di bawah tekanan reruntuhan yang berat, dia merasa dirinya tidak akan sanggup bertahan lagi. Namun, jika dia tiada, bagaimana dengan anaknya? Anaknya yang masih bayi sama sekali tidak akan bisa bertahan hidup! Tidak, dia harus bertahan, harus bertahan! Gumamnya lemah sambil menatap anaknya. Demikianlah ibu itu bertahan demi anaknya, ketegarannya berhasil membuahkan keberuntungan. Petugas penyelamat akhirnya berhasil menyelamatkan ia dan anaknya yang masih menyusu. Namun nyawa si Ibu sudah berada di ujung tanduk. 
Jika bukan demi anaknya, membantu agar anaknya tetap hidup pada detik-detik napas terakhirnya, detik itu juga ia sudah tiada. 
Dia menatap anaknya sejenak, lalu dengan suara lemah dia berkata kepada relawan : "Saya ingin memberi susu terakhir untuk anakku," katanya lirih. Sukarelawan menggendong anaknya, dan saat anak itu menghisap air susu ibunya, dia pun menutup matanya dan meninggal dunia ini dengan tenang. 

Para sukarelawan yang menyaksikan langsung peristiwa yang memilukan itu pun meneteskan air mata di tempat. Melihat sang ibu yang terluka di sekujur badannya pasca gempa, melihat si bocah polos yang telanjang di tengah gempa. Melihat sepasang mata ibunya yang merapat dalam kedamaian, menatap hasrat si bocah yang menginginkan susu ibunya yang telah tiada. Melihat dua sosok manusia yang telah saling terpisah itu, benar-benar penuh dengan duka lara, menyedihkan!
Indah dan hangatnya cinta kasih ibu, terlihat begitu jelas terutama pada detik itu!!
Orang-orang bilang, saat dalam bahaya, orang yang tidak peduli lagi dengan keselamatan dirinya datang untuk menyelamatkan kita itu adalah orang yang paling mencintai kita.
Dan sosok orang ini, bukankah dia yang kita panggil IBU?
Saat berulang kali mengalami keterpurukan, sedih dan putus asa, atau meratap pilu, maka orang yang selalu menemani, menghibur dan memaksa kita untuk makan agar tidak terjatuh dalam sakit itu adalah IBU!
Setiap ibu memiliki sentuhan kalbu yang tidak sama!
Mari kita rasakan segenap rasa cinta kasih orang tua kita, bersama-sama mengubah diri, mengubah keadaan sekarang dalam sentuhan kalbu orang tua kita, agar menjadi lebih baik dan semakin baik lagi! Teruslah berusaha melakukan yang terbaik bagi orang tua kita selagi beliau masih ada di dunia ini. Karena saatnya nanti tiba, maka kita tidak akan dapat berbuat apa lagi.




Renungan Terbaruview all

MENGUTAMAKAN TUHAN ATAU YANG LAIN ?

access_time11 Desember 2019 07:55:05

BADAI KEHIDUPAN

access_time04 Desember 2019 10:05:00

HIDUP INI ADALAH KESEMPATAN

access_time26 November 2019 08:22:46

Recharge Your Soul Terbaruview all

TIDAK MELUPAKAN KEBAIKAN

access_time 11 Desember 2019 07:56:03 folder_open 8

PISAU DI TANGAN SI MUNGIL

access_time 04 Desember 2019 10:07:33 folder_open 19

SUSU TERAKHIR

access_time 26 November 2019 08:23:35 folder_open 31
menu
menu