Home / Recharge Your Soul / JATUH TETAPI BANGKIT KEMBALI


JATUH TETAPI BANGKIT KEMBALI


JATUH TETAPI BANGKIT KEMBALI

Anda tentu sudah kenal dengan nama besar Apple bukan? Siapa sangka jika berdirinya perusahaan besar ini dimotori oleh seorang yang bahkan tidak pernah lulus kuliah. Steve Jobs, memiliki begitu banyak kisah menarik dan inspirastif untuk diceritakan. Berawal ketika Steve Jobs belum lahir. Ibu kadungnya masih terlalu muda ketika ia hamil Steve. Ibunya yang hanya lulusan akademi menginginkan agar Steve Jobs diadopsi oleh orang lain yang bisa memberikan kehidupan lebih baik bagi anaknya. Ibunya ingin agar Steve Jobs diadopsi oleh seorang Sarjana sehingga hidup Steve Jobs akan terjamin. Ibu Steve menemukan pasangan yang akan mengadopsi Steve Jobs. Tujuh belas tahun kemudian, Steve Jobs benar-benar kuliah di sebuah Universitas yang biayanya hampir semahal Stanford. Hal tersebut membuat tabungan orang tua angkatnya habis untuk membiayai kuliahnya. Namun sayang, setelah 6 bulan kuliah, Jobs merasa tidak mendapatkan apapun di bangku kuliah. Kemudian dia memutuskan untuk drop out. Setelah itu, dia mengambil mata kuliah yang menurutnya menarik yaitu kaligrafi. Steve Jobs percaya bahwa hidupnya akan baik-baik saja. Namun, sebetulnya bisa dibilang dia tidak baik- baik saja. Dia bahkan tidak memiliki kamar asrama, sehingga harus menumpang tidur di lantai kamar temannya. Untuk makan, Jobs harus mengumpulkan botol Coca-Cola hanya untuk mendapat uang sebesar lima sen. Setiap minggu malam, dia harus berjalan sejauh tujuh mil hanya untuk mendapatkan makanan yang layak di Kuil Hare Krishna. Sekalipun hidupnya terasa begitu memprihatinkan, Steve Jobs tidak merasa menyesal akan keputusannya. Melalui kelas kaligrafi Steve Jobs belajar banyak hal yang menurutnya menarik. Contohnya adalah tulisan serif dan sanserif yang menurutnya begitu cantik. Ia juga belajar bagaimana memvariasikan jumlah spasi antara kombinasi huruf yang berbeda. Dengan bekal pembelajarannya dalam tipografi, ia berhasil membuat Mac yang dihiasi aneka jenis huruf yang sangat indah. Jika dia tidak drop out dari kuliah, maka komputer pribadi saat ini mungkin tidak akan memiliki tipografi yang seindah kita lihat sekarang. Justru setelah jatuh, Steve Jobs bisa bangkit dan mendapatkan momentumnya untuk sukses. 
Jadi, apabila kita sekarang ini sedang merasa di bawah, terpuruk dan sesuatu yang tidak mungkin dapat kembali, mungkin itu adalah jalan untuk kita agar dapat menjadi lebih baik. Saya sadar bahwa everything has happened can’t be changed, akan tetapi Anda dapat memulainya dari hari ini. Satu-satunya yang dapat membuat kita bertahan adalah mencintai apa yang kita lakukan. Mari mulai temukan apa yang kalian cintai.

 




Renungan Terbaruview all

MENGUTAMAKAN TUHAN ATAU YANG LAIN ?

access_time11 Desember 2019 07:55:05

BADAI KEHIDUPAN

access_time04 Desember 2019 10:05:00

HIDUP INI ADALAH KESEMPATAN

access_time26 November 2019 08:22:46

Recharge Your Soul Terbaruview all

TIDAK MELUPAKAN KEBAIKAN

access_time 11 Desember 2019 07:56:03 folder_open 8

PISAU DI TANGAN SI MUNGIL

access_time 04 Desember 2019 10:07:33 folder_open 19

SUSU TERAKHIR

access_time 26 November 2019 08:23:35 folder_open 31
menu
menu