Home / Recharge Your Soul / PELUKAN BAPA


PELUKAN BAPA


PELUKAN BAPA

Aku seorang laki-laki yang lahir dari sebuah keluarga kristen yang biasa-biasa saja. Saya katakan biasa-biasa saja karena keluarga kami hidup bukan sebagai orang-orang Kristen yang hidup sungguh-sungguh dalam Tuhan. Aku adalah anak kesepuluh dari dua belas orang bersaudara. Perekonomian yang sulit membuat kami hidup apa adanya. Oleh karena penghasilan papa sebagai seorang militer tidak mencukupi kebutuhan dua belas orang anaknya, maka papa mengambil keputusan pensiun dini dan mengerjakan pekerjaan lain yaitu berdagang.  Dalam kehidupan sehari-hari, papa mendidik kami dengan keras ala disiplin militer karena ia ingin anak-anaknya berhasil. Benar, didikan cara demikian membuat kami segan dan hormat kepada papa. Didikan yang keras itu membuat kami anak-anaknya, khususnya aku pribadi tidak mengalami pertumbuhan mental dan hubungan sosial yang baik. Aku tumbuh menjadi seorang yang grogian, minder dan tidak berani tampil di depan umum. Bahkan aku menjadi orang yang gagap. Mama berbeda dengan papa, mama orangnya pendiam dan banyak menutup diri dari lingkungan luar. Jujur, walaupun demikian aku tidak pernah membenci dan sakit hati kepada kedua orang 

tuaku.  Tamat SMP, aku melanjutkan SMA di kota Kabanjahe. Aku sekolah disana agar aku dibiayai oleh kakakku yang telah berumah tangga dan tinggal di sana karena papaku sudah tua dan sakit-sakitan sehingga tidak sanggup lagi membiayai sekolahku. Namun setelah beberapa bulan di sana papa berpulang ke rumah Bapa. Sampai kuliah dan bekerja pun aku tetap menjadi seorang pemuda yang pemalu, pendiam, grogian, gagap dan masih sering merasakan suatu perasaan rindu yang aku sendiripun tidak tahu merindukan apa. Kelemahan ini membuat karirku tidak berkembang, aku stress dan putus asa. Suatu kali aku pergi kegereja karena ajakan temanku. Selama ibadah berlangsung rasa suka cita yang amat besar menyelimuti hatiku. Tak terasa air mata suka cita menitik. Satu persatu kenangan akan masa-masa lalu yang suram yang terjadi sejak kecil muncul di pelupuk mataku. Namun satu hal, aku tidak bersedih lagi seperti sebelumnya bila mengingat kejadian itu. Sekarang yang ada adalah suka cita. Terjawab sudah apa yang menjadi kerinduanku selama ini. Ternyata selama ini aku merindukan berada di hadirat Tuhan dan merasakan jamahan kasih sayang seorang yang benar-benar menjadi Bapaku, itulah Tuhan Yesus. Hari itu segala kerinduanku sudah dipuaskan. 

"Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan." Matius 11:28-30 :




Renungan Terbaruview all

MENGUTAMAKAN TUHAN ATAU YANG LAIN ?

access_time11 Desember 2019 07:55:05

BADAI KEHIDUPAN

access_time04 Desember 2019 10:05:00

HIDUP INI ADALAH KESEMPATAN

access_time26 November 2019 08:22:46

Recharge Your Soul Terbaruview all

TIDAK MELUPAKAN KEBAIKAN

access_time 11 Desember 2019 07:56:03 folder_open 8

PISAU DI TANGAN SI MUNGIL

access_time 04 Desember 2019 10:07:33 folder_open 19

SUSU TERAKHIR

access_time 26 November 2019 08:23:35 folder_open 31
menu
menu