Home / Recharge Your Soul / RUSMINA DI MEDAN PERANG


RUSMINA DI MEDAN PERANG


RUSMINA DI MEDAN PERANG

Hampir genap seabad usianya. Kulitnya keriput termakan usia, tetapi semangatnya tak luntur. Dialah Rusmina (99), nenek asal Cirebon Jawa Barat yang kini hari senjanya dihabiskan di panti jompo Tresna Werdha Teratai Palembang, Sumatera Selatan.
Dengan menggelora, dia tak lelah menceritakan kisah hidupnya melawan penjajah Belanda di pertempuran bersejarah lima hari lima malam di Palembang tahun 1947.
"Waktu itu semangat saya berkobar, kalau lihat Belanda atau Jepang langsung emosi, biar tak bunuh saja," ungkapnya kepada merdeka.com.
Dalam perang ini, nyawanya nyaris hilang setelah tertembak senjata Belanda. Beruntung, peluru datang dari samping dan hanya mengenai payudaranya sebelah kiri. Lantaran lukanya membahayakan, tim kesehatan memutuskan payudara Rusmina harus dioperasi. Belum sembuh betul, Rusmina kembali memanggul bambu runcing.
Rusmina mengaku tidak ada paksaan menjadi pejuang melawan penjajah. Dia bertekad andilnya dalam peperangan bisa mengusir musuh dari Tanah Air.
"Tidak terhitung lagi berapa kali perang.
lawan Belanda dan Jepang. Terakhir di Palembang, sampai punya suami orang sini," ceritanya.
Ketika ditanya perasaannya saat membunuh musuh, Rusmina menjawab menggebu-gebu. Dengan tegas, dia mengatakan makin banyak penjajah terbunuh semakin membuatnya bersemangat bertempur.
"Wah semangat makin hebat, makin beringas. Kalau bisa semuanya saya bunuh. Puas, Belanda dan Jepang dibunuh pakai bambu runcing," ujarnya.
"Banyak orang bilang, saya ini wanita tapi kok kuat ya, tidak takut-takutnya," candanya.
Tetapi ketika menceritakan awal mulanya dia memutuskan masuk di barisan para pejuang, tiba-tiba matanya berkaca-kaca. Betapa teguh pendiriannya meninggalkan orangtua dan sebelas saudaranya di Cirebon, Jawa Barat, untuk maju di medan tempur.
"Keluarga melarang, tapi saya sudah bulat, saya pingin jadi pejuang. Alhamdulillah diterima jadi tentara waktu itu," ungkap Rusmina. Walaupun ia harus meninggalkan keluarganya dan kampung halamannya. Dari sekian banyak pengalaman yang dialami, Rusmina tidak bisa melupakan suatu peristiwa yang secara naluri tak masuk akal dan menjijikkan. Peristiwa itu adalah meminum darah seorang pejuang Indonesia yang tewas. 
Semangatnya untuk membela tanah air tidak pernah pudar, sekalipun diusia senjanaya, agar Sang Merah Putih terus berkibar di bumi Pertiwi.

 

 

 




Renungan Terbaruview all

GAYA HIDUP JEMAAT YANG MISIONER

access_time16 Oktober 2019 08:02:57

JEMAAT YANG MISIONER

access_time09 Oktober 2019 09:20:24

BERDIRI TEGUH DALAM RENCANA TUHAN

access_time02 Oktober 2019 10:11:34

Recharge Your Soul Terbaruview all

KASIH SAYANG

access_time 16 Oktober 2019 08:03:42 folder_open 17

Kejujuran

access_time 09 Oktober 2019 09:21:08 folder_open 46

KEBAIKAN HATI

access_time 02 Oktober 2019 10:13:27 folder_open 69
menu
menu