Home / Recharge Your Soul / KASIH BAPA


KASIH BAPA


KASIH BAPA

Pada tahun 1998, terjadi sebuah gempa bumi yang sangat besar di negara Armenia. Sekitar 50000 orang meninggal oleh karena bencana tersebut. Yang uniknya, beberapa hari setelah hari mengerikan itu, sebuah koran lokal menuliskan sebuah berita tentang seorang ayah yang mengantar anaknya ke sekolah pada hari kejadian mengerikan itu. Ceritanya kurang lebih seperti berikut: Setelah menurunkan anaknya, sang ayah mengucapkan, “Ayah mengasihimu, sampai ketemu nanti siang!” Kemudian, sang ayah melanjutkan perjalanannya ke tempat kerja. Namun, beberapa kilometer setelah dia meninggalkan sekolah, sang ayah melihat kaca spion-nya, dan dia melihat bagaimana bangunan dan jalanan di belakangnya goyang, retak, dan akhirnya hancur. Sang ayah tidak berpikir dua kali, dia langsung berputar balik dan kembali ke sekolah.
Sesampainya di sekolah, dia hanya melihat puing-puing reruntuhan—gedung sekolah itu sudah hancur berantakan. Sang ayah tidak mematikan mesin mobilnya, dia bahkan tidak menutup pintu mobilnya, dia langsung berlari dan mencari dimana kira-kira letak kelas anaknya. Setelah itu, sang ayah langsung berlutut dan
dan langsung menggali. Beberapa orang menyuruh sang ayah untuk berhenti. Namun sang ayah tidak mau mendengarkan mereka, dia tau bahwa pemadam kebakaran dan petugas-petugas lainnya sedang sibuk mencoba untuk menyelamatkan orang-orang di tempat lain. Selama 24 jam, sang ayah tidak berhenti menggali. Beberapa orang merasa iba melihat apa yang dilakukannya, sehingga mereka memberikannya makanan dan minuman. Tetapi sang ayah menolak untuk makan, dia terus menggali, menggali, dan menggali. Hingga akhirnya, setelah 36 jam menggali, sang ayah mendengar adanya suara teriakan minta tolong di bawah sebuah batu besar. Sang ayah langsung berteriak, “SIAPA PUN! TOLONG SAYA MENGANGKAT BATU BESAR INI!” Akhirnya beberapa pemuda membantu ayah ini mengangkat batu besar tersebut, dan mereka menemukan tiga belas murid dan seorang guru di bawahnya. Mereka terluka, tetapi masih hidup. Dan salah satu diantara tiga belas murid tersebut adalah anak dari sang ayah. Setelah mereka dikeluarkan, si anak langsung berlari dan memeluk ayahnya. Dia mengatakan, “Aku terus mengatakan kepada yang lain bahwa ayah pasti akan datang dan menyelamatkan kita semua.” Jika ayah di bumi saja rela melakukan hal seperti itu untuk anaknya, bukankah Bapa kita di sorga rela melakukan sesuatu yang lebih? Dia tidak pernah tinggal diam ketika kamu sedang mengalami kesulitan. Bersabarlah dengan iman, pertolongan sedang dalam perjalanan.

 




Renungan Terbaruview all

RANCANGAN MU BUKANLAH RANCANGAN KU

access_time18 Maret 2020 09:17:34

MEMILIKI VISI KE DEPAN

access_time11 Maret 2020 08:15:11

Milikilah Roh Yang Luar Biasa

access_time05 Maret 2020 08:27:37

Recharge Your Soul Terbaruview all

BEKERJA DENGAN HATI

access_time 18 Maret 2020 09:23:39 folder_open 50

TAYLOR MORRIS

access_time 11 Maret 2020 08:16:18 folder_open 631

PENGAMPUNAN

access_time 05 Maret 2020 08:28:32 folder_open 91
menu
menu