Home / Recharge Your Soul / Untuk Apa Kita Hidup


Untuk Apa Kita Hidup


Untuk Apa Kita Hidup

Alkisah, ada seorang pemuda yang hidup sebatang kara. Pemuda ini jenuh dengan kehidupannya. Dia tidak mengerti untuk apa hidup di dunia ini. Hampa.. Putus asa.. Ia berpikir untuk mengakhiri hidup segera. Disisipkannya seutas tali untuk menggantung diri di sebatang pohon. Lalu, tiba-tiba pohon itu menyela dengan lembut. “Tolong jangan gantung diri di sini. Setiap pagi banyak burung yang hinggap di situ, bernyanyi dan menghibur siapa pun di sekitar sini.”  Sambil marah, si pemuda pergi mencari pohon lainnya. Namun selalu ditolak. Setelah ditolak berkali-kali, si pemuda jadi marah dan mau menebang semua pohon-pohon itu. Dia pulang ke rumah dan mengambil kapak untuk menebang pohon-pohon itu. Tiba-Tiba seorang tetangganya menegur pemuda itu, “kamu mau ke mana dengan kapak itu?” Wajahnya kelihatan begitu terkejut. Pemuda itu menjawab, “saya ingin menebang pohon!”
“Wah! Bisakah kamu menebang untuk kegunaan ku juga? Aku ingin memasak.”
Pemuda itu terdiam tidak menjawab. Dia hanya memperhatikan wajah tetangganya yang sudah tua itu. Timbul simpati di hatinya. Akhirnya dia menjawab, “Baiklah. Aku akan carikan kayu untuk kamu.”
Pemuda itu berlalu bersama kapaknya. Dia mau menebang pohon-pohon yang menghalangnya tadi. Melihat pemuda itu datang, pohon bicara kepadanya, “kamu lagi? Untuk apa kamu datang bersama kapak?”
“Aku ingin menebang kamu dan menjadikan kamu bahan bakar untuk membantu tetanggaku yang sudah tua untuk memasak makanannya” 
Pohon itu terkejut dan langsung menjawab, “Wah bagus sekali.. Kamu sudah berubah. Kamu memang pemuda baik dan bertanggung jawab sekarang. Silakan tebang diriku. Aku bahagia sekali bisa bermanfaat kepada yang lain.”
Pemuda itu kaget. Dia berfikir dalam.
“Sebatang pohon pun begitu menghargai kehidupan. Mereka menyayangi diri sendiri dan berusaha bermanfaat bagi makhluk lain.”
“Lalu bagaimana denganku? Aku manusia masih muda, kuat, dan sehat, tetapi menyerah dengan keadaan yang sedang aku alami saat ini.”
Apa pesannya ?
Ingatlah, persoalan hidup memang tidak akan pernah berakhir dalam hidup kita, tetapi bukan berarti kita kalah terhadapnya dan mencoba mengakhiri hidup kita. Kalau kita mengisi kehidupan dengan mengeluh dan pesimis, kita akan menjalani hidup dengan berat.
Belajarlah menyakini bahwa kebahagian bukanlah selalu bicara tentang  apa yang dapat kita peroleh dalam hidup ini, akan tetapi apa yang bisa kita berikan dan lakukan untuk kehidupan orang lain. Karena apa yang kita tabur akan kita tuai.

 

 

 

 




Renungan Terbaruview all

DAMPAK KELUARGA YANG KUAT

access_time19 Juni 2019 11:04:00

Ciri-ciri Keluarga Yang Kuat

access_time12 Juni 2019 11:41:37

KELUARGA KUAT

access_time07 Juni 2019 10:44:12

Recharge Your Soul Terbaruview all

KISAH 4 LILIN

access_time 19 Juni 2019 11:04:57 folder_open 5

TERLAHIR BUTA

access_time 12 Juni 2019 11:48:23 folder_open 8

Setia Mendampingi

access_time 07 Juni 2019 10:45:54 folder_open 12
menu
menu