Home / Recharge Your Soul / For You ( Untuk mu )


For You ( Untuk mu )


For You ( Untuk mu )

Tuhan Yesus sudah memperingatkan, “Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga (Luk. 9:22, TB-LAI). Kematian Kristus adalah berita sentral karya penebusan-Nya, sedangkan penderitaan Kristus memperjelas harga mahal yang harus dibayar-Nya. Kematian-Nya menjadi bukti akan kasih Allah terhadap manusia yang berdosa. Dalam Matius 27:26 dan Markus 15:15, sebelum disalibkan Tuhan Yesus disesah terlebih dahulu. Pada umumnya penyesahan dilakukan dengan flagellum, yaitu cambuk yang terbuat dari kulit. Penyiksaan yang diterima Tuhan Yesus sangat melemahkan tubuh-Nya, sebab bukan saja Ian cambukan, tetapi juga pemukulan dengan sebuah tongkat atau buluh. Selain itu, para serdadu juga membuatkan mahkota duri yang kemudian ditaruh di atas kepala Tuhan. Mahkota tersebut dianyam dari sejenis akar berduri yang tumbuh di tanah Palestina. Sudah tentu duri yang menancap di kepala Tuhan akan menyebabkan pendarahan. Itulah sebabnya, Ia tak kuat lagi menyandang kayu salib yang akan digunakan untuk menyalib-Nya. sehingga para serdadu memaksa Simon orang Kirene untuk ganti memikul salib itu. Berbeda dengan gambar yang sudah lama beredar, ternyata Tuhan tidak membawa salib yang utuh. Batang salib yang vertikal (simplex) sudah tertanam secara permanen di bukit penyaliban Golgota dan yang dipikul oleh Tuhan adalah batang kayu horisontalnya (patibulum). Berat batang kayu ini biasanya sekitar 15-20 kilogram. Sebelum disalib, terhukum akan ditelanjangi terlebih dahulu. Setelah itu, kedua tangan Tuhan direntangkan, lalu disalibkan pada pergelangan tangan, bukan telapak tangan, agar lebih kuat menyangga bobot tubuh-Nya. Wayne Grudem menulis dalam majalah Decision (March, 1989) bahwa kematian di kayu salib merupakan kematian secara perlahan-lahan akibat kehabisan oksigen. Grudem menjelaskan bahwa adakalanya terhukum akan hidup berhari-hari meski dalam kondisi setengah mati dengan rasa tercekik akibat kekurangan oksigen. Itulah sebabnya serdadu Romawi biasanya mematahkan kedua kaki terhukum guna mempercepat kematiannya (crurifragium). Dalam kasus Tuhan Yesus, kedua kaki-Nya tidak dipatahkan, karena kematian-Nya yang relatif cepat akibat penyiksaan yang dialami-Nya itu. Penderitaan Kristus di kayu salib berlangsung selama kurang lebih enam jam; namun setiap menit dan detik, tubuh-Nya menderita sakit yang amat sangat. Semua ini dilakukan-Nya oleh karena satu alasan saja, yakni untuk menebus dosa saya dan Saudara.

 

 

 




Renungan Terbaruview all

IMAN YANG KUAT

access_time15 Mei 2019 08:01:49

MENAMPAKAN DIRI KEPADA MURID-MURID NYA

access_time08 Mei 2019 09:05:48

KETAATAN ADALAH HARGA MUTLAK

access_time03 Mei 2019 08:35:06

Recharge Your Soul Terbaruview all

BELAJAR DI BAAH LAMPU JALAN

access_time 15 Mei 2019 08:02:38 folder_open 9

MENGUMBAR EMOSI

access_time 08 Mei 2019 09:06:53 folder_open 19

YESUS TANGGUNG SEGALA DOSA

access_time 03 Mei 2019 08:35:54 folder_open 26
menu
menu