Home / Recharge Your Soul / BERTOBAT DALAM PENJARA


BERTOBAT DALAM PENJARA


BERTOBAT DALAM PENJARA

Pada ibadah penghiburan sebelum pemakaman Andrew Chan—terpidana mati penyelundupan narkoba ke Indonesia—yang diadakan di Gereja Hillsong di Sydney, Jumat (8/5/2015) pidato yang ditulis oleh Chan sendiri dibacakan: “Terima kasih semua telah berkumpul di sini pada hari ini untuk menyaksikan sesuatu yang hebat. Ini adalah hari saat saya akan ‘bangkit’ dari peti mati saya sendiri, sekarang, seperti kata-kata yang diucapkan, dalam nama Yesus, ‘Bangkitlah’. Atau, saya menikmati kebangkitan itu di surga, dan saya akan menunggu untuk Anda semua di sana” “Saat-saat terakhir saya di sini di bumi saya bernyanyi ‘Haleluya!’ Aku telah menyelesaikan perlombaan dengan baik. Saya mengakhiri pertandingan yang baik dan keluar sebagai pemenang di mata Allah dan manusia. Saya punya kisah sendiri, cerita yang ditentukan oleh Anda semua tentang bagaimana Anda menjadi saksi atas kehidupan saya. Tanyakan kepada diri sendiri: ‘Apa yang saya tinggalkan bersama dengan Anda?  Yang akan menentukan warisan saya.’” Teks lengkap tulisan Chan ada di The Sydney Morning Herald.
Jenazah dua penyelundup narkoba ini, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran, kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. Pemimpin kelompok “Bali Nine”, demikian mereka dijuluki, mendapat perhatian internasional karena bertobat kepada Allah selama mereka dipenjara di LP Kerobokan, Bali. Andrew Chan, belajar teologi dan ditahbiskan pertobatannya pada bulan Februari, hari setelah permohonan grasi itu ditolak. Tepat sebelum eksekusi mereka, para tahanan menyanyikan “Amazing Grace,” kemudian “Bless the Lord, O My Soul.” “Mereka memuji Allah,” kata pastor Karina de Vega kepada Sydney Morning Herald. “Itu menakjubkan. Ini adalah pertama kalinya saya menyaksikan orang yang begitu bersemangat untuk bertemu Allah mereka.” Bahkan di penjara mereka telah membuat kontribusi positif bagi kehidupan tahanan lain, dan berusaha untuk membayar hutang mereka kepada masyarakat. Chan menjadi Kristen saat di sel isolasi. Setelah pertobatannya, Chan belajar selama enam tahun untuk menjadi seorang pendeta. Dia mengajar kelas Alkitab, menjalankan sekolah memasak, dan tampil dalam sebuah film dokumenter anti-narkoba bagi siswa sekolah saat ia di penjara. Empat tahun yang lalu, Chan mengatakan kepada Morning Herald bagaimana rasanya menghadapi kematian.“Saya tidak benar-benar takut itu, kematian,” katanya. “Bahkan jika saya meninggal, saya masih akan memiliki kehidupan di surga dan jelas akan menjadi selamanya.”

SYDNEY, SATUHARAPAN.COM

 

 

 




Renungan Terbaruview all

IMAN YANG KUAT

access_time15 Mei 2019 08:01:49

MENAMPAKAN DIRI KEPADA MURID-MURID NYA

access_time08 Mei 2019 09:05:48

KETAATAN ADALAH HARGA MUTLAK

access_time03 Mei 2019 08:35:06

Recharge Your Soul Terbaruview all

BELAJAR DI BAAH LAMPU JALAN

access_time 15 Mei 2019 08:02:38 folder_open 9

MENGUMBAR EMOSI

access_time 08 Mei 2019 09:06:53 folder_open 19

YESUS TANGGUNG SEGALA DOSA

access_time 03 Mei 2019 08:35:54 folder_open 26
menu
menu