Home / Motivasi / JANGAN PERNAH MENYERAH


JANGAN PERNAH MENYERAH


JANGAN PERNAH MENYERAH

Siska Hamdani merupakan anak seorang tukang jahit di Nagari Guguk, Kecamatan Gunung Talang, Solok, Sumatera Barat. Sehari-hari, selain menjadi tukang jahit ayahnya juga nyambi menjadi seorang petani. Dikutip dari Antara News, sebelum sukses dalam kariernya di Prancis, Siska memang dikenal sebagai anak yang cerdas. Ia diketahui selalu menjadi juara umum sejak duduk di bangku sekolah dasar. Pada tahun 1995, Siska melanjutkan

sekolah ke Sekolah Menengah Analisis Kimia Padang (SMAKPA). Ia juga mendapatkan beasiswa karena prestasinya tersebut. Siska pun lulus dan melanjutkan kuliah di Akademi Teknologi Industri Padang (ATIP). Lagi-lagi Siska berhasil mendapatkan beasiswa karena IP yang diperoleh rata-rata 3,98 sampai 4,0. Ia juga berhasil menyelesaikan kuliah dalam waktu 2,5 tahun. Ia pun memberanikan diri untuk melanjutkan kuliah di Universitas Gadjah Mada (UGM). Namun, Siska mengalami kendala ekonomi. Ia pun meminta bantuan teman-temannya dan berhasil mendapatkan pinjaman sebesar Rp 4 juta untuk biaya masuk UGM. Pada tahun 2002 ia berhasil menjadi mahasiswi di jurusan Kimia Fakultas MIPA, UGM. Ia berhasil mendapatkan beasiswa sebesar Rp 1,2 juta dari PT Semen Padang hingga tamat kuliah di tahun 2004. Kecerdasan Siska membuat ia berhasil diterima kerja di perusahaan multi internasional asal Amerika, yakni Buckman Laboratories (Asia) Pte Ltd. Di tahun 2005, Siska mendapat tawaran beasiswa S2 dari Jepang, Prancis, dan Amerika. Namun, ia melabuhkan pilihannya pada beasiswa Prancis, yakni France Excellence. Menurut Siska, beasiswa tersebut hanya diberikan kepada 150 orang di dunia dan ia yang pertama dari Indonsia. "Selain karena keahlian kimia Prancis sangat dikenal, motivasi saya kuliah di Prancis juga ingin belajar bahasa Prancis. Siska pun berhasil menyelesaikan program master di Ecole Nationale Supérieure de Chimie de Montpellier dengan skala 18,5 dari 20 di tahun 2007. Kemudian, Siska juga melanjutkan pendidikan PhD atau doktor spesialis bidang polimer untuk kabel tegangan tinggi di Universite Montpellier II. "Program PhD itu juga merupakan beasiswa yang ditawarkan oleh orang Rusia di Universite Montpellier II. Mereka menawarkannya, karena mereka tertarik dengan tesis saya, yaitu inovasi baru yang dapat meluruskan rambut keriting orang Afrika," Ia tinggal di kota Versailles dekat kota Paris dan telah menikah dengan ahli IT bernama Jerome tahun 2009. Walaupun telah bertahun-tahun tinggal di Prancis, Siska memilih tetap berstatus sebagai WNI. "Terus lah rajin, giat belajar dan kejar cita-cita. Jangan pernah menyerah dan tidak usah dihiraukan ocehan dan celaan orang lain, karena sesungguhnya saingan terberat adalah diri sendiri,"




Renungan Terbaruview all

PINTU LUBANG JARUM

access_time19 Juli 2022 12:22:04

BERSERAH TOTAL

access_time19 Juli 2022 12:18:14

TUBUHKU BAIT ALLAH

access_time15 Maret 2022 09:15:58

Recharge Your Soul Terbaruview all

BEKERJA DENGAN HATI

access_time 18 Maret 2020 09:23:39 folder_open 1.586

TAYLOR MORRIS

access_time 11 Maret 2020 08:16:18 folder_open 5.156

PENGAMPUNAN

access_time 05 Maret 2020 08:28:32 folder_open 1.275
menu
menu