Home / Motivasi / DIVONIS LUMPUH MALAH JADI JUARA


DIVONIS LUMPUH MALAH JADI JUARA


DIVONIS LUMPUH MALAH JADI JUARA

Kejadian ini bermula di suatu hari yang dingin di Everetss, Kansas, sebuah kota pertanian. Di pagi yang dingin itu, Glenn (6 tahun) bersama Floyd, saudaranya yang berusia 9 tahun, ditugaskan untuk berjalan hampir 2 mill ke sebuah gedung sekolahan untuk menyalakan tungku api. Dengan begitu, ruangan di dalam akan menjadi hangat pada saat guru dan para siswanya tiba nanti. Begitu tiba di gedung sekolah, mereka langsung bekerja seperti biasa yang mereka lakukan, yaitu mengisi tungku api dengan kayu bakar sampai penuh, lalu mengambil sekaleng minyak tanah dan dituangnya ke

kumpulan kayu bakar tersebut. Namun pagi itu, terjadi sesuatu yang sangat fatal. Floyd menyalakan korek api dan menjatuhkannya ke dalam tungku. Seketika itu, tiba-tiba nyala api langsung membesar dan terjadilah ledakan. Kedua anak laki-laki itu jatuh ke tanah, mereka menggeliat kesakitan. Kobaran api langsung membesar dan membakar seluruh ruangan depan dari gedung sekolah. Kebetulan pada hari itu, kakak mereka-Letha, menemani mereka ke sekolah. Ketika mendengar bunyi ledakan dan melihat kobaran api ia pun segera berlari menuju ke tempat kejadian. Letha berhasil membawa adik-adiknya keluar dari tempat itu. Dokter mendesak untuk segera melakukan amputasi. Namun ibu Glenn menolaknya. Dan ketika akhirnya perban sudah boleh dilepas, Glenn pun diperbolehkan pulang ke rumah. Glenn telah kehilangan semua jari-jari kaki kirinya. Daging pada lutut dan tulang keringnya juga habis terbakar. Luka di kaki kanannya cukup parah sehingga mengakibatkan ukurannya lebih pendek dua inch dari kaki sebelah kiri. Glenn mencoba untuk memaksakan kakinya untuk berjalan, dan menolak ketika sang ibu berniat untuk membantunya. Glenn melakukan hal ini setiap hari selama berminggu-minggu, sampai kaki Glenn mulai kembali berfungsi. Dan setelah ia dapat berjalan, ia pun mulai berlari. Ketika Glenn berusia 12 tahun, Glenn dapat berlari lebih cepat dari anak-anak usia sebayanya. Di SMA, Glenn memulai menjadi pelari jarak menengah (1 mil). Di mana dalam lomba terakhirnya di sekolah SMA, Glenn dapat mencetak rekor nasional, dengan berlari sejauh 1 mil dalam waktu 4 menit 24.7 detik. Glenn mempunyai tekad yang tak tertandingi dan memutuskan untuk sekolah di University of Kansas di tahun 1930. Beberapa perlombaan terus ia ikuti dan  berhasil memenangkan pertandingan. Pada tahun 1933, Glenn mendapatkan penghargaan ‘Sullivan Memorial Award’ sebagai atlet amatir luar biasa di Amerika. Glenn mengikuti perlombaan-perlombaan lari tingkat internasional termasuk olympiade. Dia juga meraih gelar doktor dalam pendidikan jasmani, dan menjadi direktur untuk pendidikan jasmani di Universitas Cornel dari tahun 1940-1944.

Dari perjuangan Glenn Cunningham, kita dapat mempelajari tentang tekad bajanya yang luar biasa. Rasa syukur terhadap keberadaan dirinya membuat dia semangat menjalani kehidupannya. Seseorang yang sudah divonis tidak bisa berjalan oleh para dokter, namun pada kenyataannya, ia tidak saja dapat berjalan, namun juga membuat catatan rekor luar biasa, baik nasional maupun internasional. Sudah saatnya kita merubah sikap, menerima semua keadaan yang ada dengan penuh ucapan syukur dan kesabaran, agar kita terus berjalan menuju ke impian yang kita inginkan.




Renungan Terbaruview all

HIDUP DI DALAM MUJIZAT SETIAP HARI

access_time18 Januari 2022 09:45:21

HIDUP DI DALAM SANG SUMBER BERKAT

access_time18 Januari 2022 09:44:05

ALAMI MUJIZAT

access_time18 Januari 2022 09:43:13

Recharge Your Soul Terbaruview all

BEKERJA DENGAN HATI

access_time 18 Maret 2020 09:23:39 folder_open 1.145

TAYLOR MORRIS

access_time 11 Maret 2020 08:16:18 folder_open 4.960

PENGAMPUNAN

access_time 05 Maret 2020 08:28:32 folder_open 970
menu
menu