Home / Motivasi / MALAIKAT KECIL


MALAIKAT KECIL


MALAIKAT KECIL

Pada suatu hari... Karena ingin sesekali menyenangkan hati istrinya yang hendak pergi bersama seorang sahabatnya, seorang bapak mau tinggal di rumah sambil menjaga anak perempuan mereka yang masih berusia 3 tahun. Anak itu bernama Ramanda.
Sambil menjaga rumah, bapak itu bekerja di ruang kerjanya. Sementara itu Ramanda juga asyik bermain sendiri di ruangan yang lain. Sekonyong-konyong bapak itu merasakan betapa sepinya rumah mereka. Ia lalu sadar tentang anaknya. Ke mana ya anak itu? katanya dalam hati. Maka ia segera meninggalkan meja kerjanya dan mulai berseru-seru memanggil anaknya. Tidak lama kemudian ia melihat bayangan anaknya. Anak itu tampak berlari ke kamarnya. Sang bapak mengejarnya. Anak itu masuk ke kamar mandi. Ia salah langkah! Dari situ ia tidak akan bisa lari ke mana-mana lagi. Anak itu menyembunyikan wajahnya di dinding. Sang bapak menyuruhnya berpaling. Namun anak itu tidak mau. Sang bapak lebih galak lagi menyuruhnya berpaling. Anak itu dengan perlahan-lahan memutar tubuhnya. Astaga! Wajah Ramanda belepotan dengan warna merah, kecuali bibirnya. Dan di tangannya, ia menggenggam sisa lipstik ibunya yang baru kemarin dibeli olehnya Anak itu memandang bapaknya dengan tatapan mata yang takut dan bibir yang gemetar. Bapak itu sejenak ingat masa kecilnya sendiri, puluhan tahun yang lalu, ketika ia mendengar orang tuanya berteriak kepadanya, “Bisa-bisanya kamu ini... Ini nakal namanya!” atau kalimat lain yang senada. Sekarang bapak itu merasa harus membuat keputusan : dampratan mana yang hendak ia ucapkan kepada anak itu? Namun sebelum sempat mendamprat, tiba-tiba matanya melihat sebuah kalimat pada dada baju kaus yang dikenakan Ramanda. Kalimat itu berbunyi : I’M A PERFECT LITTLE ANGEL – Aku malaikat kecil yang sempurna –. Ini sebuah ungkapan untuk menyatakan bahwa tingkah laku anak-anak apapun bentuknya tetap manis dan tanpa cela. Bapak itu kemudian memandang wajah anaknya. Ada air mata sudah mengalir di sana. Bapak itu lalu tersenyum. Dalam hati berkata : “Yang ada di hadapanku ini seorang anak Tuhan... malaikat kecil yang tak ternilai harganya, penuh spontanitas yang nyaris kulenyapkan seandainya aku tadi jadi mendampratnya.”
“Kamu kelihatan cantik sekali, anakku! Tunggu di situ ya? Ayah mau ambil kamera dulu. Biar mama juga bisa lihat betapa hebatnya wajahmu.”
Bapak itu kemudian memotretnya sambil dalam hatinya bersyukur kepada Tuhan bahwa ia tidak kehilangan peluang untuk menunjukkan cintanya yang besar kepada anaknya itu dan perkataan yang baik untuk membangun. 
(Efesus 4:29)

 

 

 




Renungan Terbaruview all

KOMUNITAS YANG SALING MEMBANGUN

access_time22 September 2020 13:20:00

SEHATI MENDATANGKAN BERKAT

access_time16 September 2020 08:48:50

JEMAAT YANG MEMILIKI KOMITMEN DAN INTEGRITAS

access_time09 September 2020 10:16:26

Recharge Your Soul Terbaruview all

BEKERJA DENGAN HATI

access_time 18 Maret 2020 09:23:39 folder_open 208

TAYLOR MORRIS

access_time 11 Maret 2020 08:16:18 folder_open 1.141

PENGAMPUNAN

access_time 05 Maret 2020 08:28:32 folder_open 261
menu
menu