Home / Motivasi / HANDUK BASAH DI ATAS KASUR


HANDUK BASAH DI ATAS KASUR


HANDUK BASAH DI ATAS KASUR

Seorang isteri memiliki suami yang punya kebiasaan buruk yaitu meletakan handuk basah begitu saja di atas kasur.
Si isteri sering ngomel-ngomel pada suaminya karena kebiasaannya tersebut. Namun Suaminya tak pernah berubah.
Capek marah-marah, si istri mulai ganti cara dengan menyindirnya. “Bagus sekali ada handuk basah di tempat tidur!” ujarnya dengan suara sinis.  Atau, “Kapan handuk bisa jalan sendiri ke jemuran?”
Apakah suaminya berubah? Big No! Sang suami tidak pernah berubah dengan omelan sang istri. Bahkan sang suami  makin sebel sama si isteri.
Akhirnya si isteri merasa capek dengan kebiasaan buruk suaminya tersebut. , Marah sudah, nyindir sudah, tapi tak ada hasilnya.
Mengubah orang lain memang merupakan hal yang sulit, apalagi untuk hal yang sudah jadi kebiasaan sejak kecil. 
Akhirnya Si Istri mengubah pikirannya sendiri.
“Baiklah, handuk basah ini akan menjadi permadani di surga nanti. Makin banyak aku memindahkan handuk basah ke jemuran, makin banyak permadani indahku di surge yang akan aku terima nanti.”

Setiap melihat handuk basah di kasur si isteri tersenyum dan bergegas menjemurnya. Tidak ada lagu ucapan mengeluh keluar dari mulutnya. Perasaannya bahagia yang kini ada di dalam hatinya setiap kali ia harus menjemur handuk basah yang suaminya selalu taruh di kasur.
Apakah handuknya berubah? Tidak! Handuk basah tetap ada di kasur. Yang berubah cara pandang dirinya terhadap handuk basah tersebut.
Waktu berlalu…
Si isteri kaget. Tak ada lagi handuk basah di kasurnya. Ia sudah lupa sejak kapan ia tak lagi melakukannya.
Rupanya melihat keikhlasan istrinya sang suami tergerak untuk melakukannya sendiri.Sang suami mulai menaruh handuk basah bekas mandinya ke tempat jemuran.
Dari kisah ini kita dapat belajar bahwa kadang ada hal yang sulit kita ubah pada orang lain.  
Jika ingin hasil yang lebih baik, maka yang harus kita lakukan lebih dahulu adalah ubahlah diri kita lebih dulu. Maka kita akan melihat perubahan yang luar biasa dari kehidupan orang yang ingin kita ubah tersebut.
Begitu juga dengan keadaan Bahagia, sedih, syukur, mengeluh, semua adalah tergantung diri kita. Kitalah yang memilih.


Matius 7:1-2
(1)"Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi.   (2)Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.

 


 

 




Renungan Terbaruview all

MENGUTAMAKAN TUHAN ATAU YANG LAIN ?

access_time11 Desember 2019 07:55:05

BADAI KEHIDUPAN

access_time04 Desember 2019 10:05:00

HIDUP INI ADALAH KESEMPATAN

access_time26 November 2019 08:22:46

Recharge Your Soul Terbaruview all

TIDAK MELUPAKAN KEBAIKAN

access_time 11 Desember 2019 07:56:03 folder_open 8

PISAU DI TANGAN SI MUNGIL

access_time 04 Desember 2019 10:07:33 folder_open 19

SUSU TERAKHIR

access_time 26 November 2019 08:23:35 folder_open 31
menu
menu