Home / Motivasi / MENJADI DIRI SENDIRI


MENJADI DIRI SENDIRI


MENJADI DIRI SENDIRI

Seekor kura-kura tampak tenang ketika merayap di antara kerumunan penghuni hutan lain. Pelan tapi pasti, ia menggerakkan keempat tapak kakinya yang melangkah sangat lamban: "Plak...plak...plak...!"
Tingkah kura-kura itu pun mengundang reaksi hewan lain. Ada yang mencibir, tertawa, dan mengejek. "Hei, kura-kura! Kamu jalan apa tidur!" ucap kelinci yang terlebih dulu berkomentar miring. Spontan, yang lain pun tertawa riuh.
"Hei, kura-kura!" suara tupai ikut berkomentar. "Kalau jalan jangan bawa-bawa rumah. Berat tahu!" Sontak, hampir tak satu pun hewan yang tak terbahak. "Ha..ha..ha..ha! 
Dasar kura-kura lamban!" komentar hewan-hewan lain kian marak sambil mentertawai kura-kura tersebut.
Namun, yang diejek tetap saja tenang dan tidak menggubris cibiran dari teman-temannya tersebut. Kaki-kakinya terus melangkah mantap. Sesekali, kura-kura menoleh ke kiri dan kanan menyambangi wajah rekan-rekannya sesama penghuni hutan. 
Ia pun tersenyum. "Apa kabar rekan-rekan?" ucap si kura-kura ramah kepada semua rekan-rekannya. "Teman, tidakkah sebaiknya kau simpan rumahmu selagi kamu jalan kan itu semakin membuat lamban jalanmu”.

Kamu jadi begitu lambat," ucap kancil lebih sopan. Ucapan kancil itulah yang akhirnya menghentikan langkah kura-kura. Ia seperti ingin mengucapkan sesuatu.
"Tak mungkin aku melepas rumahku," suara kura-kura begitu tenang. "Inilah jatidiriku. Melepas rumah, berarti melepas jatidiri. Inilah aku. Aku akan tetap bangga sebagai kura-kura, di mana pun dan kapan pun!" jelas si kura-kura begitu percaya diri.
Keaslian jatidiri kita sebagai anak Tuhan yang diciptakanNya begitu mulia harus benar-benar kita sadari. Menangkap makna hidup sebagai sebuah pertarungan, memberikan sebuah kesimpulan bahwa merasa tanpa musuh pun kita sebenarnya sedang bertarung. Karena musuh dalam hidup bisa berbentuk apa pun: godaan nafsu, bisikan setan, dan berbagai stigma negatif. Inilah pertarungan yang merongrong keaslian jatidiri. Karena orang-orang yang kalah dalam pertarungan jatidiri bisa lebih dulu mati sebelum benar-benar mati. Ia menjadi mayat-mayat yang berjalan.
Karena itu, tidak heran jika kura-kura begitu gigih mempertahankan rumah yang membebaninya sepanjang hidup. Walaupun karena itu terlihat kura-kura  tampak lamban. 
Bahkan walaupun ia diserang ejekan. Kura-kura punya satu prinsip yang terus ia perjuangkan: inilah aku! Sebagai mahluk ciptaan Tuhan yang diciptakan baik adanya sebagai hal yang harus disyukuri dan diterima dengan sepenuhnya tanpa harus mengini menjadi seperti yang lain.

 




Renungan Terbaruview all

GAYA HIDUP JEMAAT YANG MISIONER

access_time16 Oktober 2019 08:02:57

JEMAAT YANG MISIONER

access_time09 Oktober 2019 09:20:24

BERDIRI TEGUH DALAM RENCANA TUHAN

access_time02 Oktober 2019 10:11:34

Recharge Your Soul Terbaruview all

KASIH SAYANG

access_time 16 Oktober 2019 08:03:42 folder_open 17

Kejujuran

access_time 09 Oktober 2019 09:21:08 folder_open 47

KEBAIKAN HATI

access_time 02 Oktober 2019 10:13:27 folder_open 69
menu
menu