Home / Motivasi / KEBERUNTUNGAN


KEBERUNTUNGAN


KEBERUNTUNGAN

Alkisah, ada dua orang pemuda desa yang ingin mengadu nasib ke kota. Dua sahabat itu meski berteman sejak kecil, namun perangainya cukup berkebalikan. Yang satunya adalah seorang pekerja keras, yang satu lagi sering mengandalkan bantuan orang lain. Kelebihannya hanyalah pandai bergaul, sehingga ia banyak disukai orang. Sementara sahabat satunya adalah orang yang cenderung bekerja dalam diam. Meski begitu, keduanya tetap saling mendukung satu sama lain. Maka, ketika berdua ingin mengubah nasib di kota, mereka pun berjanji untuk saling menjaga satu sama lain.
Di tengah perjalanan yang harus melewati hutan belantara, terdengar suara orang minta tolong. Mereka kaget, ada suara lemah minta tolong di tengah hutan yang cenderung sepi. Sedikit ketakutan, mereka berdua pun mencari sumber suara tersebut. Setelah berjalan beberapa langkah, mereka dikejutkan oleh sebuah lubang menganga besar. Mereka pun melongok ke dalam, sumber di mana suara minta tolong tadi. Di dalam lubang, ternyata ada seorang pemuda yang terkulai. Maka, kedua sahabat itu pun bergegas menyelamatkan si pemuda dari dasar lubang. Akhirnya pemuda berhasil dikeluarkan.
 “Sebagai ungkapan rasa terima kasihku, maukah kalian menemaniku untuk menerima sedikit ucapan terima kasih di kota nanti?” ujar si pemuda. “Sudahlah, kami sudah senang bisa membantumu selamat dari lubang tadi. Sembari berjalan perlahan menuju kota. “Mengapa kalian berdua pergi ke kota? Hendak ke manakah kalian sebenarnya?” tanya si pemuda. Xiao, pemuda yang giat bekerja menjawab,”Kami hanyalah pemuda desa yang ingin mengubah nasib ke kota.” “Wah, kebetulan sekali. Ikutlah kalian denganku. Ayahku pasti akan mau membantu orang yang sudah menolongku,” Ternyata si pemuda adalah anak seorang saudagar kaya raya. Kegemarannya berburu binatang di hutan. Karena itulah, ia sempat terjatuh ke lubang di hutan. Mereka pun mendapatkan pekerjaan dan upah yang layak dengan bekerja kepada ayah si pemuda. Hari berganti, tahun pun berlalu. Lao dan Xiao telah dianggap menjadi keluarga sendiri oleh sang saudagar. Namun Lao dan anak saudagar itu hanya bermain-main dan bersenang-senang, malah makin parah kondisinya. Maka, saat setahun berlalu, keduanya pun gagal. Sebaliknya, Xiao yang pendiam namun tekun bekerja dan makin dipercaya. Lao, mendapat kepercayaan tapi tidak dijalankan dengan baik. Keberuntungan memang kerap datang, tapi bisa jadi ‘durian runtuh’ itu tak akan datang dua kali. Hanya mereka yang mau berusaha dan bekerja lebih keras, maka keberuntungan-keberuntungan lain akan menghampiri.”

 




Renungan Terbaruview all

GAYA HIDUP JEMAAT YANG MISIONER

access_time16 Oktober 2019 08:02:57

JEMAAT YANG MISIONER

access_time09 Oktober 2019 09:20:24

BERDIRI TEGUH DALAM RENCANA TUHAN

access_time02 Oktober 2019 10:11:34

Recharge Your Soul Terbaruview all

KASIH SAYANG

access_time 16 Oktober 2019 08:03:42 folder_open 17

Kejujuran

access_time 09 Oktober 2019 09:21:08 folder_open 47

KEBAIKAN HATI

access_time 02 Oktober 2019 10:13:27 folder_open 69
menu
menu