Home / Motivasi / Hidup Bagi Kristus


Hidup Bagi Kristus


Hidup Bagi Kristus

“Dan Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia, yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka. (ay. 15)” Salah satu alasan yang sangat akurat mengapa Kristus sengaja datang ke dunia dan mati untuk kita adalah , supaya kita yang hidup ini tidak lagi hidup untuk diri kita sendiri lagi, tetapi justru hidup kita adalah untuk Dia yang telah mati dan dibangkitkan itu. Sejak umat manusia jatuh ke dalam dosa, keegoisan begitu menguasai kehidupan ini, sehingga apa pun yang kita kerjakan, selalu saja dikaitkan dengan hal-hal yang menguntungkan diri sendiri. Termasuk juga yang berhubungan dengan apa yang kita kerjakan buat Tuhan kita.. Jika mendatangkan keuntungan maka kita akan mengerjakannya, namun kalau itu adalah proyek rugi silahkan tunggu dulu. Makanya jangan heran bila pekerjaan misi, apalagi itu mengharuskan seseorang masuk ke daerah terpencil atau pedalaman dan bahaya; sangat jarang yang berani mengambil komitmen. Bahkan  kegiatan itu dianggap hanya sekadar rekreasi atau sedikit mencari pengalaman tapi dengan memasang embel misi.

Konsekuensi hidup bagi Tuhan itu merupakan keharusan bagi orang percaya. Dan jika seorang anak Tuhan mau taat, ia harus mengalamai perubahan. Apa saja yang perlu diubah?
1. Perubahan Pemikiran
Pemikiran Paulus berubah total, tatkala di dalam pengalaman dirinya telah merasakan Kristus itu hidup. Bayangkan saja sebagai seorang Farisi, ahli Taurat, gurunya adalah guru besar Gamaliel. Dan hatinya menggebu-gebu untuk menghancurkan para pengikut Kristus. Tetapi kemudian pikiran dan hatinya mengalami jamahan Tuhan.
 2. Perubahan Diri
Pada ayat 17, “jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang” Perubahan diri di sini saya sinonimkan dengan ciptaan baru. Apabila kita ini adalah ciptaan baru maka seharusnya kita berusaha menjaganya dengan lebih baik. Tidak lagi mengotori, dan ada perubahan yang nyata.
3. Perubahan Status
Kehidupan yang kacau pasti akan berlangsung terus-menerus jika Paulus itu tidak bertemu Yesus. Makanya walaupun ia harus buta selama 3 hari, namun pertemuannya dengan Yesus membawa suatu kedamaian. Karena Tuhan Yesus telah memperdamaikan Paulus dan kita dengan Tuhan di atas kayu salib. Tadinya tatkala kita dikuasai dosa, kita adalah seteru Yesus, namun saat ini ketika kita mengalami kasih Tuhan. 




Renungan Terbaruview all

IMAN YANG KUAT

access_time15 Mei 2019 08:01:49

MENAMPAKAN DIRI KEPADA MURID-MURID NYA

access_time08 Mei 2019 09:05:48

KETAATAN ADALAH HARGA MUTLAK

access_time03 Mei 2019 08:35:06

Recharge Your Soul Terbaruview all

BELAJAR DI BAAH LAMPU JALAN

access_time 15 Mei 2019 08:02:38 folder_open 9

MENGUMBAR EMOSI

access_time 08 Mei 2019 09:06:53 folder_open 19

YESUS TANGGUNG SEGALA DOSA

access_time 03 Mei 2019 08:35:54 folder_open 26
menu
menu