Home / Tahukah Anda? / AKIBAT MEMBIARKAN ANAK NANGIS TERLALU LAMA


AKIBAT MEMBIARKAN ANAK NANGIS TERLALU LAMA


AKIBAT MEMBIARKAN ANAK NANGIS TERLALU LAMA

Menangis merupa-kan bagian yang tidak akan lepas dari balita. Balita yang menangis menandakan sebuah komunikasi antara si kecil dan Mama. Misalkan saja, saat dia haus ingin minum susu atau saat balita tidak menyukai sesuatu, dia menyampaikannya lewat tangisan. Memang balita menangis terlihat wajar, namun jika balita menangis terlalu lama dapat merusak otak. Menurut dr.Penelope Leach dalam The Essential First Year-What Babies Need Parents to Know. Dr Leach mengungkapkan bahwa dari hasil riset didapatkan kesimpulan bahwa balita yang menangis dalam waktu lama dapat mengganggu pembentukan otak hingga menimbulkan kesulitan bagi balita tersebut dalam belajar di masa hidupnya. Menurut Dr Leach, balita yang terlalu lama menangis mengakibatkan terjadinya pening- katan produksi 'hormon stres' yaitu kortisol. Semakin panjang periode balita menangis, semakin banyak kortisol yang merusak fungsi pengendali di otak bayi. Dampaknya, otak balita yang masih dalam masa perkembangan tidak mampu berkembang secara optimal. Hal inilah yang dapat meracuni otak hingga menyebabkan kerusakan. Menangis tidaklah buruk untuk balita, tetapi ketika dia menangis namun tidak mendapatkan respon itulah yang membuat menangis merusak otak.

 




Renungan Terbaruview all

GAYA HIDUP JEMAAT YANG MISIONER

access_time16 Oktober 2019 08:02:57

JEMAAT YANG MISIONER

access_time09 Oktober 2019 09:20:24

BERDIRI TEGUH DALAM RENCANA TUHAN

access_time02 Oktober 2019 10:11:34

Recharge Your Soul Terbaruview all

KASIH SAYANG

access_time 16 Oktober 2019 08:03:42 folder_open 17

Kejujuran

access_time 09 Oktober 2019 09:21:08 folder_open 47

KEBAIKAN HATI

access_time 02 Oktober 2019 10:13:27 folder_open 69
menu
menu