Home / Tahukah Anda? / Inilah nama Pohon Mahkota Duri yang dipakai Yesus ketika di Salib


Inilah nama Pohon Mahkota Duri yang dipakai Yesus ketika di Salib


Inilah nama Pohon Mahkota Duri yang dipakai Yesus ketika di Salib

Dasar yang harus dipahami adalah bahwa Tuhan Yesus ketika disalib, Dia memakai mahkota duri. Mahkota duri ini dibuat dan diambil dari tanaman semak 'Paliurus Spina-Christi' yang dapat tumbuh mencapai 6 m dan rantingnya bersifat lentur. Panjang durinya bisa mencapai 5 sampai 10 cm. Tanaman ini banyak tumbuh di pinggir jalan dan diambil cabang-cabangnya. Tanaman ini berusia ratusan tahun.
Adanya mahkota duri pada waktu Yesus disiksa itu dicatat dalam Injil Matius27:29, Injil Markus15:17, dan Injil Yohanes19: 2, 5 serta sering disinggung oleh para Bapa Gereja mula-mula, seperti Klemens dari Aleksandria,  Origen, dan lain-lain. Mahkota duri yang dibuat memiliki duri yang sangat tajam, beracun, dan menyebabkan pegal ketika tertusuk duri dan tumbuhan itu dianyam dan dipakaikan ke kepala Yesus. Cara memakai Mahkota Duri ini dengan cara ditaruh di atas kepala, tapi jangan ditekan dengan tangan karena nanti bisa terluka, harus ditekan dengan tongkat. Durinya bisa menusuk sampai ke kulit kepala. Mahkota duri dibuat dan ditaruh, di kepala Tuhan Yesus sebelum disalib sebagai bentuk ejekan. Bersama tongkat buluh dan jubah ungu. 
Mahkota ini juga ejekan yang melambangkan bahwa Tuhan Yesus adalah raja orang Yahudi.
Mahkota duri adalah simbol penderitaan yang dialami oleh Tuhan Yesus, sebagaimana Tuhan Yesus sudah menanggung semua dosa kita.

 




Renungan Terbaruview all

IMAN YANG KUAT

access_time15 Mei 2019 08:01:49

MENAMPAKAN DIRI KEPADA MURID-MURID NYA

access_time08 Mei 2019 09:05:48

KETAATAN ADALAH HARGA MUTLAK

access_time03 Mei 2019 08:35:06

Recharge Your Soul Terbaruview all

BELAJAR DI BAAH LAMPU JALAN

access_time 15 Mei 2019 08:02:38 folder_open 8

MENGUMBAR EMOSI

access_time 08 Mei 2019 09:06:53 folder_open 18

YESUS TANGGUNG SEGALA DOSA

access_time 03 Mei 2019 08:35:54 folder_open 25
menu
menu