Home / Khotbah Mingguan / Kedewasaan



Menjadi tua adalah pasti, tetapi menjadi dewasa adalah pilihan.. Ada sebagian orang yang bertambah tua, tetapi belum dewasa, tetapi ada sebagian orang yang belum tua tapi memiliki pikiran yang dewasa.. Dalam hidup ini salah satu pemicu masalah yang paling serius dalam hidup ini adalah ketidak-dewasaan yang diakibatkan oleh tidak adanya tanggung jawab dalam hidup kita, Terutama dalam keluarga.. Tanggung jawab keluarga adalah berat, karena ini adalah tanggung-jawab seorang yang berpikiran dewasa, karena jika tanggungjawab dipegang oleh orang yang masih bersifat kekanak-kanakan, maka hidup dalam berkeluarga akan saling menuntut dan menganggap dirinya paling benar.

Ciri orang yang dewasa dalam hidupnya tidak memikirkan diri sendiri, tetapi juga orang lain. Kedewasaan disertai iman akan menghasilkan tanggungjawab dan kebijaksanaan yang mantap. orang akan menjadi dewasa ketika ia menyadari sebuah tanggung jawab dan mengambil suatu keputusan dan dalam hidupnya tidak mau merugikan orang lain.

Akhir-akhir ini ada banyak orang percaya tidak menyadari tanggung jawabnya, padahal sebagai orang percaya kita harus menjadi berkat bagi sesama, banyak orang percaya hanya berpikiran akan dirinya sendiri, yang penting saya harus maju dan bertumbuh, tidak perduli orang lain, yang penting adalah saya saya dan saya..

Hidup di dunia sifatnya hanya sementara saja, lalu untuk apa kita mempertahankan apa yang kita miliki didunia? Kita hanya memikirkan kesenangan saja.. Orang yang dewasa pasti bisa melihat bahwa apa yang kita miliki didunia ini merupakan titipan Tuhan agar kita dapat menjadi saluran berkat bagi orang lain. Ada banyak orang menikah dengan jiwa kekanak-kanakan, sehingga dikasih nasehat sedikit, ia merasa tersinggung.. ada yang melayani Tuhan dengan jiwa kekanak-kanakan.. Ditegur sedikit, marah.. Padahal sebagai pelayan Tuhan, kita tidak boleh marah jika ditegur oleh jemaat, jika orang berpikiran dewasa, teguran itu harus dijadikan sebagai pemicu kita untuk lebih baik lagi.

Jika dalam pelayanan ada sifat apa yang mau harus terjadi, itu akan berbahaya sekali, siapa yang saya suka harus saya dapat, dan jika tidak ada yang saya suka, maka saya akan usir dia, sifat seperti itu adalah sifat penjajah dalam pelayanan.. Kita harus hilangkan sifat itu, jadikan pelayanan itu hanya fokus untuk kemuliaan Tuhan. Tuhan tidak akan mungkin meninggalkan dan mempermalukan kita jika kita hidup sesuai dengan perintah Tuhan, karena Tuhan tahu dan sanggup memelihara jiwa yang berkenan kepada Allah.
Ketidak-dewasaan seseorang ditandai dengan:

1. Ketidak-sadaran tanggung jawab dalam hidup kita.

Sikap Petrus hebat namun ada ketidak-adanya tanggung jawab dalam hal memberikan makan terhadap ribuan orang, Petrus berkata kepada Yesus agar menyuruh ribuan orang tersebut pulang ke kampung-kampung untuk membeli makanan, ia memikirkan untung rugi dalam hal finansial.. Berbeda dengan Yesus yang berkata, kamu harus memberi mereka makan, Yesus tahu apa yang menjadi tanggung jawabnya.

2. Ketidak-sadaran bahwa saya tidak bisa bersalah

Sifat kekanak-kanakan akan sulit mengakui kesalahannya, apa yang ia lakukan adalah selalu benar.. Ada si sulung dan si bungsu, si bungsu memulai dengan sifat kekanak-kanakan berkata kepada bapaknya, sedangkan si sulung bersikap dengan kedewasaannya.. Yang akan terjadi dikemudian hari adalah sikap saling terbalik, si sulung berubah menjadi kekanak-kanakan dan si bungsu menjadi dewasa, karena si bungsu mengakui kesalahan dengan berkata "Bapa aku telah bersalah, jangan anggap aku sebagai anakmu, tetapi anggap aku sebagai pegawaimu" si sulung menjadi kekanak-kanakan atas sikap si bungsu yang telah membuat bapanya kecewa.. Hal ini terjadi karena hal ketersinggungan, kekecewaan dan sifat iri terhadap sikap bapak kepada si bungsu.. Sama halnya dengan Daud.. Daud memiliki sikap kedewasaan ketika menghadapi Goliat, namun ia berubah menjadi kekanak-kanakan ketika berhadapan dengan Betsyeba..

3. Ketidak-sadaran orang memiliki perasaan

Orang yang tidak memikirkan perasaan orang lain, akan sangat sulit untuk maju.. Orang yang memiliki sikap dewasa, baik suka maupun duka ia akan tetap bersukacita karena ada Tuhan yang membela, tetapi orang yang memiliki sikap kekanak-kanakan akan senang pada saat suka dan marah pada saat masalah dalam hidupnya. Kuta harus belajar dalam hidup ini untuk menjadi dewasa, agar ketika ada masalah dalam hidup kita, emosi kita dapat tetap stabil.

Ada istri belum selesai ngomong, suami langsung memotong perkataan, ini adalah sikap tidak menghargai orang yang sedang berbicara dan tidak memiliki kesadaram bahwa orang lain memiliki perasaan, hal ini akan mengakibatkan suatu saat juga kita akan mengalaminya, oleh sebab itu, hargailah dulu orang lain dan orang lain akan menghargai kita, hormatilah orang lain, maka orang lain akan menghormati kita. Orang yang kekanak-kanakan akan memiliki beribu-ribu alasan, tetapi orang yang memiliki kedewasaan, ia akan memiliki beribu-ribu ide.

Orang yang memiliki sikap kedewasaan akan memiliki ciri:

1. Tidak menuntut

Hidupnya tidak mengeluh, tapi membawa damai dan memberikan solusi.. Seorang karyawan selalu menuntut ini itu, padahal karyawan yang memiliki sikap dewasa, akan berbuat untuk menambah nilai bagi perusahaan, maka perusahaan juga akan memberikan nikmat kepada kita, seperti bonus, reward, jenjang karir, kenaikan gaji, dll.

2. Tidak memikirkan diri sendiri

Orang yang tidak memikirkan diri sendiri akan dirasakan oleh orang lain, orang lain pun akan senang dalam membantu kita.. Dalam hal karyawan, hendaknya majikan juga memikirkan nasib karyawannya, jangan sampai majikan memberikan gaji dibawah UMR, karena itu adalah penjajahan dalam karyawan.. Hendaknya sebagai majikan kita juga memikirkan kesejahteraan karyawan.

3. Berpikiran jauh ke depan

Yusuf memeliki pemikiran jauh kedepan untuk menyelamatkan suatu bangsa, berbeda dengan Simson yang hanya memikirkan kesenangan pribadi sehingga pada akhirnya mata Simson dicungkil dan menjadi tertawaan semua orang. Hari depan kita akan lebih baik jika kita menjadi orang yang dewasa.

4. Akan selalu berjuang untuk yang terbaik

Ia selalu berjuang untuk yang terbaik bagi sesama, orang yang dewasa bukan mencari yang enak dan aman, tetapi yang terbaik, dan jika ada masalah maka ia akan menyelesaikan masalah itu, namun bukan dengan cara yang kampungan, seperti mencari tempat pelarian yang aman. Dewasa bukan hanya diperlukan dalam keluarga, tetapi dalam segala hal, oleh sebab itu kita perlu menjadi dewasa yang bisa dipercaya oleh orang lain.

 

Kesimpulan :
Menjadi Tua adalah Pasti, Menjadi Dewasa adalah Pilihan.. Kedewasaan disertai Iman yang teguh akan menghasilkan pemikiran dan kebijaksaan yang mantap yang daripada Tuhan.

 

By Agus Saputra, S.Kom.




Renungan Terbaruview all

IMAN YANG KUAT

access_time15 Mei 2019 08:01:49

MENAMPAKAN DIRI KEPADA MURID-MURID NYA

access_time08 Mei 2019 09:05:48

KETAATAN ADALAH HARGA MUTLAK

access_time03 Mei 2019 08:35:06

KEBANGKITAN NYA MEMBERI PENGHARAPAN

access_time24 April 2019 08:19:08

PENGHARAPAN DI TENGAH PENDERITAAN

access_time24 April 2019 08:12:04

Recharge Your Soul Terbaruview all

IBUKU HANYA MEMILIKI 1 MATA

access_time 17 Juli 2019 08:15:39 folder_open 1

KASIH BAPA

access_time 10 Juli 2019 10:45:24 folder_open 13

JANGAN PERNAH MENYERAH

access_time 03 Juli 2019 08:13:55 folder_open 11

PADI DAN POHON JATI

access_time 26 Juni 2019 09:49:55 folder_open 21

KISAH 4 LILIN

access_time 19 Juni 2019 11:04:57 folder_open 22
menu
menu