Home / Khotbah Mingguan / Sekarang atau Terhilang



Sekarang atau Terhilang

Jangan kita berkata tidak ada orang yang tahu, istri, anak, orang lain, ingat! Ada sisi yang menyorot hidup kita pribadi lepas pribadi, oleh sebab itu kita perlu penguasaan diri. Pada akhir zaman ini, banyak orang yang tidak perduli akan orang lain, jangankan orang lain, perduli akan diri sendiri saja seakan-akan mulai hilang dari kehidupan kita.

Secara definitif sekarang atau terhilang bermakna "Sekarang ini atau lepas atau hilang sama sekali sehingga tidak mendapatkan apa-apa".. Gaya hidup saat ini berbeda dengan 10 atau 20 tahun yang lalu, prinsip zaman saat ini tidak jauh dari agar tidak dilecehkan, biar tidak punya apa-apa yang penting bergaya.. Oleh sebabnya orang rela berbuat apapun untuk mengikuti zaman, oleh sebabnya zaman ini juga kadang disebut zaman edan (gila)..

Saat ini penuaian telah tiba untuk Indonesia, sebuah nubuatan Cindy Jacob dari Amerika.. Sejak tahun 2014, Cindy Jacob bernubuat untuk Indonesia, perubahan terjadi secara besar-besaran, oleh sebabnya ini adalah kesempatan untuk kita.. Lalu apa yang harus kita lakukan pada kesempatan ini?

1. Masa Anugrah

Banyak zaman ini, ketika ada seorang Kristen berpindah ke agama sebrang, mereka akan menyiarkan dan menyebarkan dengan sukacita, namun sebaliknya ketika ada orang sebrang berpindah keyakinan menjadi seorang Kristen, ia akan teraniaya. Keyakinan adalah hak setiap orang, oleh sebab itu, selama masih ada kesempatan, berbuat baiklah kepada sesama.

Anugrah dalam bahasa Yunani disebut Kharis yang berarti pemberian secara cuma-cuma. Hidup ini adalah anugrah terbesar yang diberikan Tuhan. Berbuat baiklah kepada sesama, terutama kepada seiman kita, tidak dibedakan oleh suku maupun ras. Jangan kita memandang suku ataupun ras, kita semua bersaudara. Sesudah kita mengasihi saudara seiman, kita juga harus mengasihi saudara tidak seiman, dimulai dari tetangga kita, lalu komplek kita, daerah kita, bangsa kita dan seluruh dunia. Jangan kita hitung-hitungan sama Tuhan, Tuhan pasti akan mengembalikannya, Tuhan tidak pernah berhutang, apa yang kita tabur, itu yang kita tuai.

Untuk apa Yesus memberikan anugrah kepada kita secara cuma-cuma? Hal itu agar kita juga dapat memberikan kepada sesama secara cuma-cuma juga, diberkati untuk memberkati.. Selain itu, Tuhan juga ingin agar kita menjadi saksi agar orang lain melihat kemuliaan Tuhan.

2. Tugas kita Bersaksi

Jadilah saksi dimanapun kita berada, kita bergaul dengan lingkungan kita, kita harus menjadi berkat untuk mereka, bukannya kita malah terbawa arus menjadi hidup tidak benar karena kelakukan mereka, kita perlu bersaksi melalui kehidupan dan tingkah laku kita. Kita lahir tidak membawa apa-apa, jika saat ini kita memiliki apa-apa, kita saksikan hal itu kepada orang lain, agar orang lain melihat hidup kita yang dekat dengan Kristus dan berbuat baik kepada sesama mendatangkan berkat untuk kita dan orang lain.

Kita memiliki aktifitas dalam hidup kita, jangan kita menjadi biang atau dalang dalam kesusahan orang lain, jika kita bekerja sebagai karyawan, jadilah karyawan terbaik, jika kita pedagang, jadilah pedagang terbaik, perilaku kita dapat menjadi saksi bagi orang lain. Dari perilaku dapat membuat orang lain bertobat dan datang kepada Yesus.

3. Hilangnya Sebuah Kesempatan

Banyak PRT hilang kesempatannya menikmati berkat dari majikannya, PRT seperti dipinggirkan oleh majikan, sehingga banyak PRT tidak betah bersama majikannya.. Ibarat majikan makan daging, PRT hanya dikasih sisa makanan, sehingga tidak diperhatikan oleh majikan. Jangan sampai kesempatan mereka menikmati apa yang kita peroleh hilang.

Banyak kita menolak untuk melayani Tuhan padahal melayani adalah kesempatan untuk kita, tidak semua orang dapat melayani Tuhan, dan ketika kesempatan itu datang, maka kita perlu ambil kesempatan itu, jangan sampai kesempatan itu hilang dari kita.

 

Kesimpulan :

Tangkap dan renungkan, kita hidup dari anugrah Yesus, oleh sebabnya kita pergunakan hidup kita itu untuk bersaksi, karena jika tidak, maka kesempatan itu akan hilang.

 

By Agus Saputra, S.Kom.




Renungan Terbaruview all

IMAN YANG KUAT

access_time15 Mei 2019 08:01:49

MENAMPAKAN DIRI KEPADA MURID-MURID NYA

access_time08 Mei 2019 09:05:48

KETAATAN ADALAH HARGA MUTLAK

access_time03 Mei 2019 08:35:06

KEBANGKITAN NYA MEMBERI PENGHARAPAN

access_time24 April 2019 08:19:08

PENGHARAPAN DI TENGAH PENDERITAAN

access_time24 April 2019 08:12:04

Recharge Your Soul Terbaruview all

IBUKU HANYA MEMILIKI 1 MATA

access_time 17 Juli 2019 08:15:39 folder_open 1

KASIH BAPA

access_time 10 Juli 2019 10:45:24 folder_open 14

JANGAN PERNAH MENYERAH

access_time 03 Juli 2019 08:13:55 folder_open 12

PADI DAN POHON JATI

access_time 26 Juni 2019 09:49:55 folder_open 22

KISAH 4 LILIN

access_time 19 Juni 2019 11:04:57 folder_open 22
menu
menu